Konservasi Tanah dan Air
PEMBAHASAN
Tanah dan air adalah
merupakan sumber daya alam dan sekaligus juga lingkungan hidup yang tidak
terlepas dari peran manusia (masyarakat) sebagai pengelola sumberdaya alam.
Pada dasarnya pembangunan pertanian harus berwawasan lingkungan. Pembangunan
pertanian yang berwawasan lingkungan adalah merupakan upaya sadar dan berencana
menggunakan dan mengelola sumberdaya secara arif dan bijaksana untuk
meningkatkan hasil produksi dan sekaligus menjaga kelestarian lahan dan air.
Sebagai dasar itulah maka diperlukan pemahaman tentang konservasi tanah dan
lingkungan. Berikut akan dijelaskan mengenai tanah dan air sebagai sumberdaya
alam sehingga nantinya akan terwujud pembangunan pertanian yang berwawasan
lingkungan.
A. Tanah dan Air Sebagai Sumber Daya Alam
Tanah
adalah suatu benda alami heterogen yang terdiri atas komponen-komponen padat, cair, dan
gas, dan mempunyai sifat serta perilaku yang dinamik. Benda alami ini terbentuk
oleh hasil kerja interaksi antara iklim (i) dan jasad hidup (o) terhadap suatu
bahan induk (b) yang dipengaruhi oleh relief tempatnya terbentuk (r) dan waktu
(w) (Arsyad. 1989: 1).
Ilmu
tanah memandang tanah dari dua konsep utama, yaitu : (1) sebagai hasil hancuran
bio-fisika-kimia, dan (2) sebagai habitat tumbuh-tumbuhan. Konsep pandangan
tersebut memberikan dua jalur pendekatan dalam pengkajian tanah, yaitu
pendekatan pedologi di satu jalur pendekatan edafologi di jalur lain (Arsyad.
1989: 1).
Sebagai
sumberdaya alam, untuk pertanian, tanah mempunyai dua fungsi utama, yaitu (1)
sebagai sumber unsur hara bagi tumbuhan, dan (2) sebagai matriks tempat akar
tumbuhan berjangkar dan air tanah tersimpan, dan tempat unsur-unsur hara dan
air ditambahkan. Kedua fungsi tersebut dapat menurun atau hilang. Hilangnya atau
menurunnya fungsi tanah inilah yang kita sebut kerusakan tanah atau degradasi
tanah (Arsyad. 1989: 2).
Air merupakan
sumberdaya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak, bahkan oleh
semua makhluk hidup. Oleh karena itu, sumberdaya air harus dilindungi agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh
manusia serta makhluk hidup yang lain.
Pemanfaatan air untuk
berbagai kepentingan harus dilakukan secara bijaksana, dengan memperhitungkan
kepentingan generasi sekarang maupun generasi mendatang. Aspek pengamatan dan
pelestarian sumberdaya air harus ditanam pada segenap pengguna air (Effendi,
2003).
Berdasarkan peraturan
Pemerintah No.20 tahun 1990 mengelompokkan kualitas air menjadi beberapa
golongan menurut peruntukkannya. Adapun pengolonggan air menurut Effendi (2003)
adalah sebagai berikut:
1.
Golongan A, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum
secara langsung, tanpa pengolahan terlebih dahulu.
2.
Golongan B, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air baku air
minum.
3.
Golongan C, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan
perikanan dan pertenakan.
4.
Golonagan D, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan
pertanian, usaha di perkotaan, industri, dan pembangkit tenaga listrik.
B. Siklus Hidrologi
Menurut Marta dan
Adidarma (1983), bahwa hidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang
terjadinya, pergerakan dan distribusi air di bumi, baik di atas maupun dibawah
permukaan bumi, tentang sifat fisik, kimia air serta reaksinya terhadap
lingkungan dan hubunganya dengan kehidupan (Pratiwi , 2007)
Hidrologi memiliki
ruang lingkup atau cakupan yang luas. Secara substansial, cakupan bidang ilmu
itu meliputi:
1.
asal mula dan proses terjadinya air
2.
pergerakan dan penyebaran air
3.
sifat-sifat air
4.
keterkaitan air dengan lingkungan dan kehidupan
Air adalah sesuatu
yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup di bumi. Secara umum banyaknya air
yang ada di planet ini adalah sama walaupun manusia, binatang dan tumbuhan
banyak menggunakan air untuk kebutuhan hidupnya. Jumlah air bersih sepertinya
tidak terbatas, namun sebenarnya air mengalami siklus hidrologi di mana air
yang kotor dan bercampur dengan banyak zat dibersihkan kembali melalui proses
alam.
Proses siklus
hidrologi berlangsung terus-menerus yang membuat air menjadi sumber daya alam
yang terbaharui. Jumlah air di bumi sangat banyak baik dalam bentuk cairan, gas
/ uap, maupun padat / es. Jumlah air seakan terlihat semakin banyak karena es
di kutub utara dan kutub selatan mengalami pencairan terus-menerus akibat
pemanasan global bumi sehingga mengancam kelangsungan hidup manusia di bumi.
Macam-Macam dan
Tahapan Proses Siklus Hidrologi :
a. Siklus Pendek / Siklus Kecil
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan
3. Turun hujan di permukaan laut
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan
3. Turun hujan di permukaan laut
b. Siklus Sedang
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi
3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat
4. Pembentukan awan
5. Turun hujan di permukaan daratan
6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi
3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat
4. Pembentukan awan
5. Turun hujan di permukaan daratan
6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali
c. Siklus Panjang / Siklus Besar
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Uap air mengalami sublimasi
3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es
4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat
5. Pembentukan awan
6. Turun salju
7. Pembentukan gletser
8. Gletser mencair membentuk aliran sungai
9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Uap air mengalami sublimasi
3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es
4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat
5. Pembentukan awan
6. Turun salju
7. Pembentukan gletser
8. Gletser mencair membentuk aliran sungai
9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut
Siklus Hidrologi
adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan
kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.
Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus
hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinyu. Setelah mencapai tanah,
siklus hidrologi terus bergerak secara kontinyu dalam tiga cara yang berbeda,
yaitu :
·
Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di
sungai, di tanaman, dan lainnya di permukaan tanah kemudian akan menguap ke
angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air
(awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun
(precipitation) dalam bentuk hujan, salju, dan es.
·
Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam
tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah.
Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal
atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali
sistem air permukaan.
·
Air Permukaan - Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan
aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah,
maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat
biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan
membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran
sungai menuju laut. Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang
(danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan
mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di
daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk
sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan
relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya (Godam, 2008).
C. Pengertian dan Ruang Lingkup Konservasi
Tanah dan Air
1 Pengertian
Konservasi Tanah dan Air
Tanah adalah lapisan
kulit bumi bagian atas yang terbentuk dari pelapukan batuan dan bahan organik
yang hancur oleh proses alamiah. Tanah banyak dimanfaatkan untuk menanam sumber
daya alam pertanian meliputi tanaman untuk makanan pokok, seperti padi, jagung
dan sagu. Sedangkan palawija yang terdiri dari ubi-ubian dan kacang-kacangan;
serta tanaman holtikultura yang meliputi berbagai jenis sayuran dan
buah-buahan.
Air merupakan
kebutuhan utama seluruh makhluk hidup. Bagi manusia selain untuk minum, mandi
dan mencuci, air bermanfaat juga:
1.
sebagai sarana transportasi
2.
sebagai sarana wisata/rekreasi
3.
sebagai sarana irigasi/pengairan
4.
sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)
Konservasi
tanah diartikan sebagai penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan
yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan
syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Usaha-usaha
konservasi tanah ditujukan untuk (1) mencegah kerusakan tanah oleh erosi, (2)
memperbaiki tanah yang rusak, (3) memelihara serta meningkatkan produktivitas
tanah agar dapat dipergunakan secara lestari. Konservasi air pada prinsipnya
adalah penggunaan air yang jatuh ke tanah untuk pertanian seefisien mungkin,
dan pengaturan waktu aliran sehingga tidak terjadi banjir yang merusak dan
terdapat cukup air pada waktu musim kemarau (Arsyad. 1989: 29).
Konservasi tanah dan
air atau yang sering disebut pengawetan tanah merupakan usaha-usaha yang
dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan produktifitas tanah, kuantitas dan
kualitas air. Apabila tingkat produktifitas tanah menurun, terutama karena
erosi maka kualitas air terutama air sungai untuk irigasi dan keperluan manusia
lain menjadi tercemar sehingga jumlah air bersih semakin berkurang.
Ruang Lingkup Konservasi Tanah dan Air
Ruang lingkup
konservasi tanah dan air adalah kompleks dan memerlukan kerjasama yang erat
antara berbagai disiplin ilmu pengetahuan seperti ilmu biologi, hidrologi dan
teknik konservasi tanah. Pada akhirnya masalah konservasi tanah tidak terlepas
dari persoalan manusia dan berbagai aspek dan ekonominya. Namun secara garis
besar dapat diketahui bahwa ruang lingkupnya meliputi :
1.
Erosi, Erosi adalah peristiwa pindahnya atau terangkutnya tanah
atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ketempat lain oleh media alami.
2.
Siklus air, Adalah rangkaian peristiwa yang terjadi pada
air dari saat jatuh kebumi hingga menguap ke udara untuk kemudian jatuh kembali
ke bumi (Ackerman, Coleman and Ogrosky, 1955).
3.
Faktor-faktor yang mempengaruhi erosi, Dalam hal terjadinya
erosi, sehubungan dengan proses-prosesnya yang secara alamiah dan yang secara
dipercepat, dengan demikian secara keseluruhannya yang menjadi penyebab dan
yang mempengaruhi besarnya laju erosi terdapat lima faktor, yaitu : faktor
iklim, faktor tanah, faktor bentuk kewilayahan (topografi), faktor tanaman
penutup tanah (vegetasi), dan faktor kegiatan/ perlakuan-perlakuan manusia
(Kartasapoeta. 1985: 37).
4.
Metode konservasi tanah dan air, Adalah tentang teknologi apa
yang akan digunakan pada setiap macam penggunaan tanah untuk menghasilkan
produksi yang lestari dari sebidang tanah (Arsyad. 1989: 113).
5.
Tanaman penutup tanah, pergiliran tanaman, dan pertanian-hutan,
adalah tumbuhan atau tanaman yang khusus ditanam untuk melindungi tanah dari
ancaman kerusakan oleh erosi dan atau untuk memperbaiki sifat kimia dan sifat
fisik tanah. Pergiliran tanaman adalah sistem penanaman berbagai tanaman secara
bergilir dalam urutan waktu tertentu pada satu lubang tanah. Sistem usaha tani
atau penggunaan tanah yang mengintregasikan tanaman pohon-pohonan dengan
tanaman rendah yang yang tersusun baik secara spatial maupun temporal nampaknya
dapat memberikan jawaban terhadap segala tuntutan (Arsyad. 1989: 183).
6.
Klasifikasi pengolahan lahan, Yaitu pengelompokan di dalam
kelas didasarkan atas intensitas faktor penghambat (Arsyad. 1989: 212).
7.
Prediksi dan evaluasi erosi, Metode untuk memperkirakan laju
erosi yang akan terjadi dari tanah yang dipergunakan dalam penggunaan lahan dan
pengelolaan tertentu (Arsyad. 1989: 237).
DAFTAR
PUSTAKA
Ackerman, W.C., E.A.
Coleman, and H.O. Ogrosky, 1955. From Ocean Sky to Land to Ocean. dalam : Water. The Yearbook of Agriculture, Stefferud, A. (ed), The U.S. Govt. Printing
Office : 41-48
Effendi, 2003. Sumber Daya Air. Yogyakarta: Andi Offset.
Godam. 2008. Jenis Dan Macam Siklus Hidrologi Di Bumi. http://organisasi.org/jenis-macam-siklus-hidrologi-siklus-air-pendek-sedang-panjang-di-bumi [ 9 Februari 2012].
Kartasapoetra,
G, dkk. 1985. Teknologi Konservasi
Tanah dan Air Edisi Kedua. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Pratiwi.
2007. Aspek Konservasi Tanah dan Air dalam Rehabilitasi Hutan
dan Lahan.
Bogor : Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam.
Sitanala,
Arsyad. 1989. Konservasi Tanah Dan Air. Bogor: Institut
Pertanian Bogor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar